BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI
Modul
ini membahas penerapan konsep Statistika dalam pemecahan masalah. Di mana
terdiri atas 4 kompetensi dasar yaitu :
1. Mengidentifikasi
pengertian statistik, statistika, populasi dan sampel
2. Menyajikan
data dalam bentuk tabel dan diagram
3. Menentukan
ukuran pemusatan data
4. Menentukan
ukuran penyebaran data
Untuk memudahkan siswa belajar, modul ini
disajikan dalam empat kegiatan belajar. Setelah
mempelajari modul ini, siswa diharapkan dapat menerapkan konsep Statistika
dalam memecahkan persoalan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan siswa aktif melalui metode diskusi dan pemberian tugas.
B. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Penjelasan
bagi siswa
a. Bacalah
modul ini secara berurutan dan fahami benar isi dari setiap bab.
b. Laksanakan
semua tugas-tugas yang ada dalam modul ini.
c. Setiap
mempelajari, anda harus mulai dari menguasai, melaksanakan tugas dan
mengerjakan latihan/soal-soal.
d. Kerjakan
latihan, apabila anda mengalami kesulitan dalam mengerjakan, konsultasikan
dengan guru anda.
2. Peran
guru
a. Membantu
dan membimbing siswa dalam memahami konsep.
b. Melaksanakan
penilaian
c. Menjelaskan
kepada siswa mengenai bagian yang perlu untuk dibenahi dan menyampaikan rencana
pembelajaran selanjutnya
d. Mencatat
kemajuan siswa.
C. TUJUAN
Setelah mempelajari modul ini, siswa diharapkan dapat :
1.
Membedakan pengertian
statistik dan statistika
2.
Menyebutkan kegunaan
statistika secara umum
3.
Membedakan populasi dan sampel
berdasarkan karakteristiknya
4.
Menyajikan data dalam bentuk
tabel
5.
Menyajikan data dalam bentuk
diagram
6.
Membedakan pengertian Mean,
Median dan Modus
7.
Menghitung Mean data tunggal
dan data kelompok
8.
Menghitung Median data tunggal
dan data kelompok
9.
Menghitung Modus data tunggal
dan data kelompok
10.
Menentukan Jangkauan dari suatu
data.
11.
Menentukan Simpangan Rata-rata
data tunggal dan data kelompok
12.
Menentukan Varians/Ragam dan Simpangan
Baku data tunggal dan data kelompok
13.
Menentukan Kuartil data
tunggal dan data kelompok
14.
Menentukan Simpangan Kuartil
15.
Menentukan Desil data tunggal
dan data kelompok
16.
Menentukan Persentil data
tunggal dan data kelompok
17.
Menentukan Jangkauan persentil
18.
Menentukan Nilai standar/Baku
( z score)
19.
Menentukan Koefisien Variasi.
BAB
II
PEMBELAJARAN
|
Standar Kompetensi : Menerapkan aturan konsep
statistika dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar
:
1. Mengidentifikasi
pengertian statistik, statistika, populasi dan sampel.
2.
Menyajikan data
dalam bentuk tabel dan diagram
3.
Menentukan ukuran
pemusatan data
4.
Menentukan ukuran
penyebaran data
|
KEGIATAN BELAJAR 1
|
Kompetensi Dasar
:1.
Mengidentifikasi pengertian statistik, statistika,
populasi dan sampel.
Tujuan Kegiatan Belajar 1:
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini , siswa
diharapkan dapat :
1) Memiliki
pemahaman mengenai pengertian statistik dan statistika
2). Membedakan
statistika deskriptif dan statistika inferensial
3). Memberikan
beberapa contoh kegunaan statistika dalam berbagai bidang
4). Menjelaskan
kegunaan statistika secara umum
5). Menjelaskan
pengertian data
6). Menjelaskan
syarat-syarat data yang baik
7) Memahami
pengertian populasi dan sampel
8). Menyebutkan
macam-macam data dan memberi contohnya
|
A.
URAIAN MATERI DAN CONTOH
Pengertian Statistik, Statistika, Populasi,
dan Sampel
1.
Pengertian dan kegunaan statistika
a.
Pengertian
statistik dan statistika
Pada
saat ini, banyak keputusan dan kebijakan baik pemerintah, lembaga swasta maupun
perorangan yang memerlukan statistik dan statistika. Pertanyaan yang mungkin
muncul sekarang adalah apa yang dimaksud statistik dan statistika? Apa
perbedaan kedua istilah itu? Kata statistika
berasal dari kata Latin status yang berarti negara (bahasa Inggris:
state). Pada mulanya statistika semata-mata
hanya dikaitkan dengan pemaparan fakta-fakta dengan angka-angka atau
gambar yang menyangkut situasi kependudukan dan perekonomian untuk mengambil
keputusan di suatu negara. Jadi statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka
yang disusun dalam daftar atau tabel, yang menggambarkan suatu persoalan.
Sedangkan statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara
pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, penganalisaan data,
penarikan kesimpulan serta membuat keputusan yang cukup beralasan berdasarkan
fakta yang ada.
Sebagai suatu
ilmu, bidang kegiatan statistika meliputi :
1)
Statistika Deskriptif, berupa
metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian sekumpulan data,
sehingga dapat memberikan informasi yang berguna. Statistika deskriptif
memberikan informasi hanya mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak
menarik kesimpulan yang lebih banyak dan lebih jauh dari data yang ada. Dengan
kata lain tidak membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi.
2)
Statistika Inferensial/Induktif, berupa kajian tentang penarikan kesimpulan
mengenai keseluruhan obyek yang menjadi perhatian namun hanya atas dasar
sebagian.
b.
Kegunaan
statistika
Perkembangan statistika sebagai metode ilmiah telah mempengaruhi hampir seluruh aspek
kehidupan manusia. Keputusan-keputusan yang diambil berdasarkan pada hasil
analisis dan interprestasi data, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Beberapa
penggunaan statistika antara lain sebagai berikut :
1)
Bidang perdagangan: sebagai analisa proses
pengendalian mutu, analisa pemasaran, dan analisa penjualan hasil produksi
2)
Bidang konsumsi: dapat menjelaskan
berbagai pola konsumsi dari berbagai
lapisan masyarakat, standar tingkat hidup masyarakat, dan daya beli masyarakat.
3)
Bidang keuangan, bisnis, dan perkoperasian: untuk
mengambil keputusan dalam masalah keuangan
4)
Bidang akuntansi : untuk penilaian aktiva
penyesuaian yang berhubungan dengan perubahan harga, hubungan antara ongkos dan
volume produksi.
5)
Bidang Pendidikan: untuk pengelolaan nilai dan
analisis data siswa.
Pada umunya
statistika digunakan untuk:
1)
menentukan sampel dan mencatat data sesuai
dengan obyek yang diteliti
2)
membaca data yang terkumpul untuk mengambil
keputusan yang tepat.
3)
melihat ada tidaknya hubungan antara variabel
yang satu dengan yang lain
4)
melakukan prediksi untuk masa yang akan datang
maupun masa lalu
5)
melakukan interpelasi atas data yang sudah
terkumpul.
2.
Data Statistika
a.
Pengertian data
Data
adalah segala keterangan atau informasi yang dapat memberikan gambaran
tentang suatu keadaan atau masalah. Seorang pimpinan atau manajer perusahaan
selalu membutuhkan data untuk dijadikan landasan yang obyektif dalam
mengembangkan perusahaan yang dipimpinnya. Misal: data pegawai, data kekayaan,
data penjualan, data produksi dan data keuangan.
b.
Syarat data yang baik
Dalam membuat
suatu keputusan, kita memerlukan data yang benar. Jika data yang salah digunakan
untuk membuat keputusan, maka akan menghasilkan keputusan yang tidak tepat.
Dengan istilah lain data yang salah akan menyesatkan. Misal, berdasarkan penelitian jumlah
permintaan masyarakat terhadap suatu
barang adalah 1.500 unit, akan tetapi dilaporkan pada pimpinan perusahaan 2.500
unit, kemudian oleh pimpinan perusahaan diputuskan untuk memproduksi barang
sebanyak 2.500 unit. Akibatnya setelah dipasarkan, terjadi kerugian, hal ini mempengaruhi
perputaran uang perusahaan karena barang yang tersimpan di gudang tidak cepat
terjual. Agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan kerugian besar, maka
data yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:
1)
Data harus obyektif
Data yang diperoleh
dari hasil penelitian harus menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Misal, dalam
penelitian jumlah yang terjual tiap bulan, maka bagian pemasaran harus memberikan
laporan yang sebenarnya dari jumlah barang yang terjual.
2)
Data harus relevan
Data yang diperoleh
harus ada kaitannya dengan permasalahn yang akan diteliti. Misal, kita ingin
mengetahui penyebab turunnya hasil
produksi padi tiap hektar, maka data yang dianggap relevan untuk
dikumpulkan adalah pengolahan tanah, pembibitan, pemupukan, pemeliharaan dan
pemanenan.
3)
Data harus sesuai zaman ( up to date)
Data harus sesuai
dengan keadaan (zaman), data jangan ketinggalan (usang) sebab kejadian-kejadian
itu cepat sekali mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman.
4)
Data harus representatif
Data yang diperoleh
dari hasil penelitian sampel harus memiliki atau menggambarkan keadaan
populasinya. Misal, kita ingin mengetahui minat baca masyarakat, maka yang
harus diteliti, yaitu siswa SD, siswa SMP, siswa SMA/K, mahasiswa, dan umum.
5)
Data harus dapat dipercaya ( reliable)
Data harus diperoleh
dari sumber yang tepat dan dapat
dipertanggungjawabkan. Misal, data tentang harga sayur dari tukang sayur, data tentang
kelulusan dari sekolah, data tentang pencari kerja sumbernya dari Depnaker, dan
sebagainya.
3. Populasi dan
sampel
Untuk lebih memahami
pengertian populasi dan sampel, marilah kita perhatikan contoh di bawah ini :
a. Ibu Ida akan
membeli sekarung duku. Untuk memutuskan apakah Ibu Ida jadi membeli duku atau tidak, maka Ibu Ida
cukup mengambil segenggam duku untuk diamati kulitnya dan dicicipi. Sekarang
sekarung duku itu disebut populasi dan segenggam duku yang dicicipi itu disebut
sampel.
b. Seorang lurah ingin mengetahui berapa pendapatan rata-rata
warganya. Karena waktu dan biaya, ia hanya mengambil dua RW saja untuk didata
jumlah pendapatan penduduknya. Penduduk kelurahan itu disebut populasi dan dua
RW dari kelurahan itu disebut sampel.
Dari kedua contoh di
atas, maka dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan dari
karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi obyek penelitian.
Sedangkan sampel adalah bagian
dari populasi yang akan dijadikan obyek penelitian.
4. Macam-macam data
a. Data tunggal yaitu data
yang belum disusun menurut klasifikasinya.
Contoh : nilai ulangan 10 siswa SMK
: 6, 5, 7, 6, 6, 8, 7, 5, 8, 9
b. Data kelompok yaitu data
yang sudah disusun berdasarkan kelompok atau rentangan nilai tertentu atau data
yang disajikan dalam bentuk daftar distribusi frekuensi.
Contoh : data nilai matematika dari 40
siswa SMK sebagai berikut :
1. 50 – 60 ada 11 orang
2. 61 – 70
ada 13 orang
3. 71 – 80 ada 8
orang
4. 81 – 90 ada 5
orang
5. 91 – 100 ada 3
orang
c. Data kualitatif
adalah
data yang tidak berbentuk angka .
Misalnya: harga barang naik, kulitnya
kuning langsat, badannya terasa sakit dan sebagainya.
d.
Data kuantitatif adalah data yang
berbentuk angka.
Misalnya : berat badanya 50 kg, jumlah
siswa kelas 1 280 orang , keuntungannya 20 % dll
e. Data
kuantitatif berdasarkan nilainya dibedakan menjadi :
1)
Data diskrit , yaitu data yang diperoleh dari
hasil menghitung. Misalnya : jumlah karyawan 200 orang, jumlah mata dua dan
lain-lain.
2)
Data kontinu , yaitu data yang diperoleh dari
hasil mengukur. Misalnya : Tinggi badan Ani 160 cm, suhu badanya 37 0C
dan lain-lain.
f.
Data primer yaitu data yang
diperoleh secara langsung melalui observasi.
Misalnya
BPS mengumpulkan data harga sembilan bahan pokok, langsung mendatangi
pasar kemudian mengolahnya.
g. Data Sekunder yaitu data
yang diperoleh dari sumber lain.
Misalnya:
memperoleh data penduduk, data pendapatan nasional, indeks harga konsumen, dan
daya beli masyarakat dari Biro Pusat
Statistik (BPS).
h. Data internal adalah data yang mengambarkan keadaan suatu
organisasi/perusahaan.
Misalnya:
data internal perusahaan yang meliputi data pegawai, data keuangan, data
peralatan, data produksi, data pemasaran, dan data hasil penjualan. Pada
dasarnya , data internal meliputi data input dan data output.
i. Data eksternal yaitu data
yang menggambarkan keadaan di luar organisasi atau perusahaan.
Misalnya:
data yang menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan , daya beli
masyarakat, selera masyarakat, saingan dari barang lain yang sejenis,
perkembangan harga, kebijakan pemerintah dan lain-lain.
5. Cara Pengumpulan
Data
Ada dua metode dalam
dalam memperoleh data:
a. Metode sensus, yaitu metode
untuk memperoleh data dengan cara meneliti satu persatu. Contoh: sensus
penduduk
b. Metode sampling,
yaitu
metode untuk memperoleh data dengan
cara meneliti sebagian dari obyek.
Metode sampling terbagi menjadi empat ,
yaitu:
- Wawancara/ interview, yaitu mewawancarai
secara langsung kepada obyek yang
diteliti atau yang mewakili
- Observasi/pengamatan , yaitu mengamati
atau lmelihat secara langsung kepada obyek yang diteliti.
- Angket / kuisioner, yaitu membagikan
lembar pertanyaan kepada obyek yang diteliti atau yang mewakili
- Koleksi/ dokumentasi, yaitu mengumpulkan
data dari media cetak maupun media elektronik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar